Golkar Sepakat Tingkatkan Pertukaran Kader dengan Partai Komunis China

Advertisement

Golkar Sepakat Tingkatkan Pertukaran Kader dengan Partai Komunis China

Senin, 23 September 2019


Mediaumat.ID - Para elite Partai Golkar telah bertemu dengan Kepala Politbiro Hubungan Internasional Partai Komunis China Song Tao. Mereka sepakat untuk meningkatkan studi banding.

Pertemuan dengan politikus yang menjabat itu untuk meningkatkan hubungan bilateral politik.

Ketum Golkar Airlangga Hartanto menuturkan, dalam pertemuan dengan pria yang juga menjabat sebagai Penasihat Hubungan Luar Negeri Presiden China itu, sebenarnya pertukaran kader telah berlangsung lama. Setahun sekali, Golkar mengirimkan 15 kader partainya.

"Apresiasi kerja sama antara Partai Komunis Tiongkok dengan Partai Golkar karena selama ini sudah terjadi, pertukaran studi berjalan sejak lama antara PKT dan Partai Golkar dan kita rata-rata bisa mengirim kader-kader ke sana 15 per tahun," kata Airlangga usai pertemuan di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (21/9).

"Tentu program pertukaran ini akan terus dilanjutkan dan juga kami apresiasi karena mereka datang. Dan kita diskusi terbuka terkait dengan kerja sama di level parpol," lanjutnya.

Airlangga menuturkan Song Tao telah mengundang partainya untuk balik berkunjung ke China. Selain itu, keduanya sepakat untuk melanjutkan pertukaran kader, khususnya perempuan dan pemuda dalam program pendidikan.

"Partai PKT mengundang Partai Golkar untuk mengunjungi China dan tentu kita akan respons secara positif. Kemudian melanjutkan program pendidikan atau pertukaran, di mana kader mereka akan meninjau ke Indonesia dan kader kita akan meninjau ke China, dalam bentuk studi banding baik itu kader perempuan atau pun kader pemuda," ujarnya.

Selain pertukaran studi, Menteri Perindustrian itu mengatakan dalam pertemuan bersama Song Tao juga membahas mengenai investasi dan situasi global ke depan.

"Kerja sama bilateral antara kedua negara di bidang ekonomi maupun kebudayaan, sekaligus juga membahas tantangan perekonomian dan situasi global ke depan. Kita bahas juga soal investasi China di Indonesia, termasuk di bidang mineralisasi logam, seperti di Morowali atau pun industri otomotif," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Airlangga turut menyampaikan sejumlah kebijakan yang dibentuk pemerintah untuk meningkatkan investasi.

"Mereka tadi mendengar kebijakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia dan dalam kebijakan-kebijakan yang dilakukan, tentunya kemudahan yang diberikan akan disampaikan kepada kalangan usaha di China, agar Indonesia dan China investasinya bisa meningkat," tutup dia. [kp]